15.7 C
New York
Jumat, September 22, 2023

Buy now

- Advertisement -

Begadang : Bahaya Begadang dan Cara Mengatasi Begadang

Bagi sebagian orang, begadang memang tidak bisa dihindarkan. Pekerja dengan sistem shifting, tentu sulit menghindari begadang. Namun, dengan mengetahui bahaya begadang bagi kesehatan, setidaknya bisa membantu Anda untuk lebih waspada terhadap kondisi tubuh, dan tahu hal-hal apa yang harus dilakukan.
Di dalam tubuh terdapat variasi biologis yang terjadi dalam waktu 24 jam yang disebut dengan Circadian rhythm

Irama ini dikendalikan oleh jam biologis tubuh. Banyak fungsi tubuh yang dikendalikan oleh jam biologis tersebut, termasuk waktu tidur dan terjaga. Tidur dan terjaga merupakan bagian yang terpenting dari irama sirkadian. Irama sirkadian sendiri merupakan salah satu dari beberapa ritme tubuh yang dimodulasi oleh salah satu bagian otak yang bernama hipotalamus. Selain itu, hal yang memengaruhi ritme tidur dari sirkadian adalah cahaya.

Melansir dari situs This Deakin University, Dr. Melissa Weinberg dari Fakultas Kesehatan menjelaskan, bahaya begadang bagi kesehatan. Jika Anda tidak tidur, otak tidak memiliki kesempatan untuk mengonsolidasi informasi, Efek samping yang muncul setelah begadang bisa beraneka ragam. Biasanya, dampak begadang ini tergantung pada berapa waktu yang Anda habiskan untuk tidak tidur.

Penyebab Begadang

Ada berbagai macam faktor penyebab seseorang begadang. Faktor tersebut bisa berasal dari lingkungan, fisik, dan psikologi. Faktor-faktor tersebut, melansir dari Cleveland Clinic diantaranya:

  • Stres.
  • Gaya hidup dan kebiasaan tidur yang tidak baik.
  • Situasi yang berubah seperti tidur di tempat baru.
  • Depresi atau masalah kesehatan mental lainnya.
  • Penyakit kronis seperti kanker.
  • Perubahan hormon seperti saat menstruasi, manopause, atau penyakit kelenjar tiroid, dan lain-lain.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Resiko Bedagang
    • Obesitas

Sebagian besar orang tahu bahwa kegemukan berhubungan dengan asupan kalori yang berlebih. Namun, tak banyak yang tahu bahwa ada komponen penting lain yang juga memengaruhi berat badan, yakni kecukupan dan kualitas tidur.

Banyak studi menunjukkan bahwa kurang tidur menyebabkan obesitas. Ini bisa menjelaskan mengapa orang yang kurang tidur dalam waktu cukup lama cenderung memiliki berat badan berlebih, bahkan obesitas 

Terganggunya sistem metabolisme pada tubuh mengakibatkan kenaikan berat badan bahkan hingga obesitas. Begadang cenderung membuat Anda lapar, rasa lapar itu kemudian menuntun Anda untuk makan atau ngemil.

Samantha Morrison seorang ahli kesehatan mengungkapkan bahwa konsumsi makanan berlemak atau tinggi gula membutuhkan proses yang lebih lama untuk dicerna sehingga dapat menyebabkan obesitas,

  • Penurunan Fungsi Otak

Dampak lain dari begadang adalah penurunan fungsi otak, efek begadang dapat mengurangi daya nalar, kemampuan memecahkan masalah, dan konsentrasi. Kemampuan memerhatikan sesuatu serta tingkat kewaspadaan juga akan mengalami penurunan. Sulit fokus juga kerap dapat menyebabkan kecelakaan saat berkendara atau bekerja.

Saat seseorang sering begadang, sel-sel dan jaringan otak akan lebih cepat rusak dan sulit diperbaiki. Hal ini bisa membuat fungsi otak terganggu, sehingga akan lebih sering mengantuk, mudah lupa, dan sulit berkonsentrasi.

Tak hanya untuk tubuh, tidur juga bagus untuk kesehatan otak. Saat tidur, otak beristirahat dari segala aktivitas, dan itu bagus untuk menormalkan fungsinya. Oleh karena itu, seseorang akan sulit berpikir atau konsentrasi jika kurang tidur. Jika gejala ini dibiarkan, bukan tak mungkin orang yang kurang tidur itu menjadi stres.

  • Resiko Kanker dan Jantung

Efek begadang juga berkaitan dengan peningkatan risiko seseorang untuk terkena kanker. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kebiasaan kurang tidur, atau sering bekerja shift di malam hari, lebih berisiko terkena kanker jika dibandingkan dengan orang yang tidurnya cukup.Belum diketahui pasti apa efek begadang terhadap kemunculan kanker, namun diduga berkaitan dengan stres dan kerusakan sel-sel tubuh.

Studi baru yang diselenggarakan oleh para peneliti di Pennsylvania State College of Medicine dan dilaporakan dalam the Journal of the American Heart Association. Seseorang dengan indeks massa tubuh yang tinggi dan gejala-gejala metabolik lainnya beresiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit jantung dan diabetes.

Yang disebut dengan sindrom metabolik ditandai dengan meningkatnya gula darah, tekanan darah tinggi dan kolestrol, serta kelebihan lemak di seputar pinggang. Sebuah diagnosis sindrom metabolik termasuk di antaranya indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi, sebuah pengukuran berat seseorang relatif terhadap tinggi badannya.

  • Penurunan Imun

Pola tidur juga memegang peranan penting dalam menjaga sistem imunitas. Berbagai riset menunjukkan bahwa kebiasaan kurang tidur atau sering begadang, terutama jika waktu tidur kurang dari 6 jam, bisa membuat daya tahan tubuh melemah

Begadang dapat memengaruhi kinerja kekebalan, sehingga lebih mudah terserang penyakit. Pada prinsipnya, penyakit menular adalah kemampuan daya tahan tubuh terhadap virus yang hinggap. Penurunan imunitas menyebabkan manusia rentan terhadap penularan serta menyebabkan sakit.

Memang, pola tidur juga memegang penting dalam menjaga sistem imunitas Riset membuktikan bahwa efek begagang membuatmu lebih mudah terinfeksi berbagai macam virus, hingga memperlambat pemulihan ketika kamu sakit.

Melansir Mayo Clinic, tubuh melepaskan protein sitokin selama kita tertidur. Protein tersebut sangat diperlukan ketika kita sedang mengalami stres, infeksi atau peradangan. Kurang tidur bisa mengganggu produksi protein sitokin yang menyebabkan antibodi dan sel untuk melawan infeksi turut berkurang.

  • Resiko Diabetes

Penelitian Sleep Heart Health Study mengatakan bahwa orang yang tidur kurang dari 5 jam sehari memiliki 2,5 kali resiko mengidap diabetes dibandingkan dengan orang-orang yang tidur selama 7-8 jam sehari.

Kurang tidur menyebabkan resistensi insulin. Ketika seseorang kurang tidur, tubuh tidak akan dapat menggunakan glukosa untuk energi. Hal itu bisa meningkatkan risiko diabetes.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, pria yang sering terjaga cenderung mengidap diabetes. Adapun pada wanita lebih berpotensi mengalami sindrom metabolik.

  • Menyebabkan Stroke

Risiko mengalami stroke itu bisa terjadi karena idealnya manusia itu perlu waktu tidur selama 8 jam. Jika kurang dari 8 jam maka di bagian otak hipotalamus, sekresi hormon berpotensi meningkatkan nafsu makan.

Akan tetapi makan di waktu yang yang tidak tepat (harusnya Anda tidur, organ tubuh beristirahat) justru menyebabkan tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang semakin tinggi berisiko meningkatkan kardiovaskular seperti serangan jantung, dan stroke.

  • Depresi

Sering begadang berakibat buruk pada kesehatan mental. Salah satu akibat buruk begadang bagi kesehatan ialah resiko depresi Penelitian menunjukkan, orang yang terbiasa begadang cenderung mengalami gejala depresi.

Orang yang selalu begadang merasa sulit untuk menghadapi aktivitas sehari-hari, dan hal tersebut akan menimbulkan rasa putus asa dan emosional yang meningkat. Di saat Anda tidak dapat menahan rasa emosional, atau mengalami perasaan yang kacau yang tidak bisa Anda atasi, maka akan terjadi banyak perubahan negatif dalam tubuh. Tubuh akan mengeluarkan banyak hormon adrenalin dan kortisol yang menyebabkan Anda stress.

Dalam sebuah studi, diperkirakan bahwa 65% sampai 90% orang mengalami depresi akibat kekurangan waktu tidur. Kelelahan otak membuat seseorang tidak dapat berpikir jernih dan rasional, dan cenderung mudah berputus asa. Orang yang mengalami depresi juga mengalami penurunan optimisme, tidak bersemangat dalam hidup, jika tidak ditangani maka akan memperberat depresinya.

  • Efek Setelah Begadang
    • Setelah Begadang 24 jam

Menurut peneliti, tidak tidur selama lebih dari 24 jam dapat mempengaruhi kemampuan kognitif. Ini akan mengacaukan kemampuan fokus dan konsentrasi Anda. Studi lainnya juga menemukan dampak begadang pada kemampuan otak untuk fokus sama halnya dengan memiliki kandungan alkohol dalam darah sebanyak 0,10 persen.

Pada tahap ini, memori Anda masih bekerja dengan cukup baik. Begitu pula dengan kerja otak untuk fokus terhadap hal-hal yang lebih kompleks. Tetapi, begadang 24 jam bisa berdampak pada koordinasi mata dan tangan yang membuat Anda kurang efektif untuk mengambil keputusan tertentu.

  • Setelah Begadang 36 jam

Ini titik di mana keadaan Anda semakin buruk. Pasalnya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa tidak tidur selama 36 jam kurang tidak hanya berpengaruh buruk pada otak tapi juga berpengaruh buruk pada jantung. Denyut jantung akan meningkat dan tekanan darah akan berfluktuasi.

Parahnya lagi, keterampilan kognitif Anda melorot tajam. Anda mungkin akan menghadapi kesulitan dalam mengingat wajah dan kemampuan Anda untuk mengingat kata-kata juga menurun secara signifikan. Ini artinya, begadang selama 36 jam membuat semua keterampilan kompleks Anda rusak dan tentu membahayakan kesehatan Anda.

  • Setelah Begadang 48 jam

Sebuah studi mengklaim bahwa tidak tidur selama 48 jam akan mengurangi sel darah putih Anda. Bisa juga menaikkan kadar nitrogen dalam urin, yang artinya tubuh sedang berurusan dengan stres yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa sistem imun tidak bekerja secara efektif dalam merespon infeksi atau pulih dari suatu penyakit.

  • Cara Mencegah Begadang
    • Perbanyak Aktifitas Fisik

Salah satu cara agar kebiasaan begadang menghilang adalah menerapkan pola hidup sehat, misalnya olahraga teratur selama 20-30 menit per hari, rutinitas olahraga yang teratur dapat membantu seseorang untuk tidur lebih nyenyak. Menurut Sleep Foundation, penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang mengalami insomnia kronis lalu mulai berolahraga secara teratur, dapat tertidur hingga 13 menit lebih cepat dan tetap tertidur selama 18 menit lebih lama.

  • Hindari Multitasking

Multitasking merupakan salah satu keahlian yang dimiliki oleh hampir semua orang terutama wanita. Predikat tersebut melekat pada wanita karena mereka cenderung dapat melakukan banyak hal, seperti mengurus anak, suami, rumah, pekerjaan, dan kehidupan sosialnya secara bersamaan. 

Meskipun hal yang satu ini termasuk keahlian yang baik, multitasking menjadi salah satu penyebab insomnia pada wanita. Apalagi, jika ada hal yang belum terselesaikan dari berbagai aktivitas yang harus dilakukan. Akibatnya, otak menjadi sulit untuk rileks pada malam hari, dan mengganggu kualitas tidur seseorang.

  • Menunda Mengendarai Kendaraan

Saat tidur kurang dari waktu tidur yaitu 7-9 jam, berhati-hatilah jika kamu hanya tidur kurang dari 6 jam saat malam hari. Lebih baik jangan berkendara dalam kondisi seperti ini, karena dapat membahayakan dirimu sendiri dan orang lain.

Pada saat begadang kadang terjadi Microsleep (tidur ringan) dalam durasi singkat, sekitar 5 – 10 detik. Kondisi ini bisa menimbulkan dampak berbahaya jika seseorang tengah berkendara dalam kecepatan yang tinggi. “Microsleep juga bisa membuat kehilangan Anda fokus. Dalam beberapa kasus, microsleep bahkan dapat membuat seseorang tak mampu mengingat kejadian 1-2 menit sebelumnya.

  • Tidur Sejenak Setelah Begadang

Ketika kamu mengantuk karena begadang, tidak ada salahnya meluangkan sedikit waktu untuk tidur siang, setidaknya sekitar 15 hingga 20 menit. Hindari tidur siang terlalu lama karena bisa membuat kepala terasa pusing. Tak hanya itu, cukup tidur siang bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Namun, pastikan kamu tidak tidur setelah lewat pukul 15.00.

  • Konsumsi Suplemen

Ketika tubuh dipaksa bekerja lembur dan begadang, tubuh Anda rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Untuk menjaga kesehatan, Anda harus makan makanan bergizi dan juga konsumsi vitamin.

Penelitian menyebutkan bahwa orang yang bekerja di malam hari lebih rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Itu sebabnya, para pekerja malam dianjurkan untuk mengonsumsi berbagai vitamin, sebagai cara menjaga stamina saat kerja malam dan tidak mudah jatuh sakit.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal ketika Anda mengonsumsi vitamin, sebaiknya konsultasikan lebih dahulu dengan dokter. Dengan demikian, Anda akan bisa mendapatkan resep yang tepat terkait vitamin untuk kerja malam sesuai kebutuhan.

  • Hubungi Dokter

Sebenarnya, penanganan kebiasaan begadang yang berujung insomnia perlu dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Namun, tidak perlu terlalu bingung saat ingin memulai pengobatan untuk insomnia. Sebagai langkah awal, kamu bisa mendatangi dokter umum atau dokter keluarga. Sebab, dokter umum bisa jadi dokter pertama yang didatangi untuk semua keluhan kesehatan yang dialami. Dokter akan merekomendasikan perubahan gaya hidup dan kebiasaan tidur serta konsumsi obat tertentu (jika diperlukan).

Ketahui juga tentang Vegetarian

- Advertisement -

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Follow dan Subscribe

12,311FansSuka
3,867PengikutMengikuti
15,700PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru